Kesalahan Utama Pemain Judi Poker Online Indonesia

Kesalahan Utama Pemain Judi Poker Online Indonesia – Salah satu hal yang paling penting untuk diingat dalam bermain judi poker online adalah pengaturan dan pengendalian diri serta bermain dengan pikiran yang tenang. Namun banyak sekali penjudi yang tidak bisa berpikir dengan sangat baik dalam mengambil keputusan saat sedang bermain karena dirinya masih saja memikirkan kekalahan yang dialami dalam permainan sebelumnya atau 2 sampai 3 hari yang lalu atau dimana saat mereka kalah banyak. Ujungnya mereka akan bermain dengan modal yang lebih banyak dengan tujuan untuk mengembalikan kekalahan yang terjadi 2 – 3 hari sebelumnya. Percaya atau tidak, hal ini adalah kesalahan utama yang sering terjadi dalam diri pemain judi poker online Indonesia. Berikut akan kami berikan penjelasannya bagi anda.

Nah hal yang bisa dijadikan contoh terbaik yaitu adalah jangan pernah menganggap perjudian poker online Indonesia ini adalah sebuah permainan menang dan kalah. Justru cara berpikir yang benar adalah dengan menganggap perjudian poker online ini seperti usaha yang anda harus hitung untung ruginya dalam setiap minggu anda bermain atau berusaha. Dalam dunia usaha sudah pasti anda tahu bahwa tidak akan setiap hari untung. Ketika penjualan sedang turun, tentunya tidak ada pemasukan namun pengeluaran akan terus terjadi sehingga hari tersebut dinyatakan kalah. Tapi besoknya anda akan bekerja dengan biasa, dengan kondisi normal tidak menggebu – gebu seolah harus langsung membayar kerugian yang terjadi kemarin. Bahkan, dalam usaha anda sendiri tidak mungkin dalam mingguan atau bulanan anda bisa mendapatkan bonus cuma-cuma bukan? Dalam dunia judi poker online anda pasti akan diberikan bonus jika anda mencapai syarat dan ketentuan yang sudah diberikan kepada agen tersebut dan yang benar disediakan oleh beberapa agen judi poker tersebut. Maka dari itu cara berpikir yang benar sampai saat ini masih saja sering dilupakan oleh para penjudi asal Indonesia.

Rubahlah cara berpikir tersebut seperti Daniel Negreanu yang berasal dari Kanada. Beliau adalah seseorang pemain Judi Poker yang sangat kredibel dan sudah menjadi pemenang World Poker Tour Championship Tittle. Ranking atau peringkat yang dimilikai Daniel sudah mencapai tingkatan dunia. Dan dia pun pernah berkata ” Never Consider Gamblng By Only Winning or Losing, But Consider Gambling As Your Own Business ” yang artinya adalah ” Jangan Pernah Menganggap Berjudi Dengan Hanya Menang atau Kalah, Tapi Anggaplah Berjudi Sebagai Bisnis Anda Sendiri “.

Dan sudah dapat dipastikan bahwa Bisnis itu naik dan turun namun bisa kita hitung rugi atau untung di akhir minggu atau bulan bahkan bisa tahunan. Maka dari itu hal terbaik untuk dijadikan patokan adalah anda sedang memiliki bisnis dalam perjudian yang membuat anda berusaha agar bisnis anda sendiri mendapatkan keuntungan bagaimana. Selain itu dengan berpikir bahwa bermain judi poker online Indonesia merupakan bisnis anda, tentunya anda akan bermain dengan sangat hati – hati. Sama seperti bila anda akan sangat menjaga bisnis anda supaya tetap berjalan. Tidak mungkin anda akan bertaruh untuk menghabiskan uang anda dalam 1 kali taruhan bila anda tidak yakin.

Cara terbaik agar bisa menang judi hanya pengendalian diri dan juga pengambilan keputusan anda yang benar atau salah. Karena jika anda tidak bisa mengendalikan diri anda sendiri maka anda bisa saja terjerumus dan jatuh ke dasar jurang emosi anda dan bermain tidak karuan ( tidak fokus sama sekali ). Maka dari itu bermainlah dengan kepala dingin dan ingat anggaplah perjudian sebagai bisnis usaha anda sendiri.

Anda bisa mencontoh beberapa pemain judi poker terbaik didunia seperti yang sudah disebutkan di atas yaitu Daniel. Sebenarnya masih banyak lagi para pemain judi poker hebat lainnya yang juga sudah menjuarai berbagai tournament. Mereka semua tidaklah menganggap perjudian adalah antara menang dan kalah, tetapi mampukah mereka melipat gandakan modal mereka dalam usaha tersebut. Caranya ialah dengan mempelajari terus dan memiliki cukup pengalaman yang baik.